Seringkali, kita merasa sudah maksimal dalam melakukan sesuatu dan berupaya sekuat mungkin, namun apa ang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita harapakan, saya yakin semua mengalami hal ini, ingat saudara , seperti yang saya kemukakan diatas bahwa kita tidak sanggup untuk menerima kasih sayang TUHAN, dalam hal ini kasih sayang tuhan adalah Takdir dan kehendakNya. Kehendak Allah adalah suatu yang pasti, sedangkan kehendak kita adalah ketidakpastian, diatas kehendak kita ada kehendak ALLAH yang lebih kuat, makanya kita diajarkan untuk mengucap InsyaAllah dalam setiap rencana,..Apapun motivasi, usaha, do'a yang kita lakukan tergantung dengan takdir dan kehendak Allah SWT. . berarti tidak ada gunanya kita optimis?oh tentu saja tidak, tergantung bagaimana kita mengartikan optimis itu, optimis adalah keyakinan yang sepasti-pastinya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, dengan syarat sudah berusaha dan berdo'a. Optimislah karena Allah pasti akan memberikan hal yang terbaik pada diri Qt. Allah lah yang menciptakan kita dan Allah lah yangmengetahui diri kita melebihi pengetahuan diri kita sendiri. Allah sayang sama kita , Allah pasti akan memberikan yang terbaik...yakinlah saudaraQ Cinta Allah melebihi segalanya, melebihi cinta orang tua kita, kekasih kita dan saudara2 Qt. . Beriman, Bersabar dan Bertawakal kunci kesuksesan saudara......
Berikut adalah penjelasan salah satu kata hikmah dari Kitab Al Hikam karya Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary(kitab wajib bagi pesantren2 di Indonesia, dan hanya santri yang sudah senior yang boleh membacanya,tpi sekarang udah umum, jadi baca aja..hehe)
Dalam proses memperolehi penyerahan secara menyeluruh kepada Allah s.w.t terlebih dahulu akal dan nafsu perlu ditundukkan kepada kekuatan takdir. Akal mesti mengakui kelemahannya di dalam membuka simpulan takdir. Nafsu mesti menerima hakikat kelemahan akal dalam perkara tersebut dan ikut tunduk bersama-samanya. Bila nafsu dan akal sudah tunduk baharulah hati boleh beriman dengan sebenarnya kepada takdir.
ya.
Segala perkara, tidak kira apa istilah yang digunakan, adalah termasuk dalam ketentuan Allah s.w.t. Apa yang kita istilahkan sebagai perjuangan, ikhtiar, doa, kekeramatan, mukjizat dan lain-lain semuanya adalah ketentuan Allah s.w.t. Pagar takdir mengelilingi segala-galanya dan tidak ada sebesar zarah pun yang mampu menembusi benteng takdir yang maha teguh. Tidak terjadi perjuangan dan ikhtiar melainkan perjuangan dan ikhtiar tersebut telah ada dalam pagar takdir. Tidak berdoa orang yang berdoa melainkan halnya berdoa itu adalah takdir untuknya yang sesuai dengan ketentuan Allah s.w.t untuknya. Perkara yang didoakan juga tidak lari daripada sempadan ketentuan Allah s.w.t. Tidak berlaku kekeramatan dan mukjizat melainkan kekeramatan dan mukjizat itu adalah takdir yang tidak menyimpang daripada pentadbiran Allah s.w.t. Tidak menghirup satu nafas atau berdenyut satu nadi melainkan ianya adalah takdir yang menzahirkan urusan Allah s.w.t pada azali.
Kami datang dari Allah dan kepada Allah kami kembali.
Segala perkara datangnya dari Allah s.w.t atau Dia yang mengadakan ketentuan tanpa campurtangan sesiapa pun. Segala perkara kembali kepada-Nya kerana Dialah yang mempastikan hukum ketentuan-Nya terlaksana tanpa sesiapa pun mampu menyekat urusan-Nya.
ARRUL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Assalamulaikum, kepada seluruh saudaraku yang dicintai Allah mari kita bangun perdaban ini memulainya dengan Bismillahirrahmanirrahiiim