Welcome to Muhammadiyah Students Asociation of Jepara's Space

This Space is for every students, especially high school students.

Minggu, 11 Mei 2008

Kuasai diri dengan selalu bersandar pada yang Maha Cinta

diri ini terlalu lemah dan capek klau selalu mengejar kehidupan dunia, kenikmatan dunia bagaikan jarum jam yang selalu berputar tiada habisnya, kecuali Allah mencabut baterai pada jam tersebut. Mungkin kita tahu, ada sebagian orang yang begitu berambisi, nafsu dan bergairah dengan kehidupan dunia ini, orang itu menganggap bahwa dunia adalah segalanya, kecantikan, ketampanan, harta, jabatan merupakan sebuah puncak kenikmatan yang selalu dipuja-puja, karena selalu mencari kenikmatan dunia orang menjadi lalai bahwa sifat materi adalah tidak kekal dan selalu berubah. Tidak selamanya kita akan menjadi kaya, tidak ykita akan menjadi cantik, tampan, punya jabatan , namun hal itu hanya sekejap, iya sekejap, setelah semua itu kita peroleh kita akan menemui kehampaan dalam diri dengan pertanyaan besar, BUAT APA SEMUA INI??APAKAH AKU DICIPTAKAN UNTUK INI?? . Pertanyaan filosofis itu adalah diri kita, yah diri yang tak berdaya dengan kehidupan dunia dan tak mampu menerima kasih sayang Tuhan yang begitu dahsyatnya..
Seringkali, kita merasa sudah maksimal dalam melakukan sesuatu dan berupaya sekuat mungkin, namun apa ang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita harapakan, saya yakin semua mengalami hal ini, ingat saudara , seperti yang saya kemukakan diatas bahwa kita tidak sanggup untuk menerima kasih sayang TUHAN, dalam hal ini kasih sayang tuhan adalah Takdir dan kehendakNya. Kehendak Allah adalah suatu yang pasti, sedangkan kehendak kita adalah ketidakpastian, diatas kehendak kita ada kehendak ALLAH yang lebih kuat, makanya kita diajarkan untuk mengucap InsyaAllah dalam setiap rencana,..Apapun motivasi, usaha, do'a yang kita lakukan tergantung dengan takdir dan kehendak Allah SWT. . berarti tidak ada gunanya kita optimis?oh tentu saja tidak, tergantung bagaimana kita mengartikan optimis itu, optimis adalah keyakinan yang sepasti-pastinya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, dengan syarat sudah berusaha dan berdo'a. Optimislah karena Allah pasti akan memberikan hal yang terbaik pada diri Qt. Allah lah yang menciptakan kita dan Allah lah yangmengetahui diri kita melebihi pengetahuan diri kita sendiri. Allah sayang sama kita , Allah pasti akan memberikan yang terbaik...yakinlah saudaraQ Cinta Allah melebihi segalanya, melebihi cinta orang tua kita, kekasih kita dan saudara2 Qt. . Beriman, Bersabar dan Bertawakal kunci kesuksesan saudara......

Berikut adalah penjelasan salah satu kata hikmah dari
Kitab Al Hikam karya Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary(kitab wajib bagi pesantren2 di Indonesia, dan hanya santri yang sudah senior yang boleh membacanya,tpi sekarang udah umum, jadi baca aja..hehe)

KEKUATAN SEMANGAT (AZAM, CITA-CITA, IKHTIAR) TIDAK BERUPAYA MEMECAHKAN BENTENG TAKDIR



Dalam proses memperolehi penyerahan secara menyeluruh kepada Allah s.w.t terlebih dahulu akal dan nafsu perlu ditundukkan kepada kekuatan takdir. Akal mesti mengakui kelemahannya di dalam membuka simpulan takdir. Nafsu mesti menerima hakikat kelemahan akal dalam perkara tersebut dan ikut tunduk bersama-samanya. Bila nafsu dan akal sudah tunduk baharulah hati boleh beriman dengan sebenarnya kepada takdir.
ya.
Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi, dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Ayat 22 : Surah al-Hadiid)
Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai pemerintahan (dunia dan akhirat); dan memanglah Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu; - ( Ayat 1 : Surah al-Mulk )
Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhluk-Nya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya); ( Ayat 3 : Surah al-A’laa)
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair (di sana sini), lalu bertemulah air (langit dan bumi) itu untuk (melakukan) satu perkara yang telah ditetapkan. ( Ayat 12 : Surah al-Qamar )

Segala perkara, tidak kira apa istilah yang digunakan, adalah termasuk dalam ketentuan Allah s.w.t. Apa yang kita istilahkan sebagai perjuangan, ikhtiar, doa, kekeramatan, mukjizat dan lain-lain semuanya adalah ketentuan Allah s.w.t. Pagar takdir mengelilingi segala-galanya dan tidak ada sebesar zarah pun yang mampu menembusi benteng takdir yang maha teguh. Tidak terjadi perjuangan dan ikhtiar melainkan perjuangan dan ikhtiar tersebut telah ada dalam pagar takdir. Tidak berdoa orang yang berdoa melainkan halnya berdoa itu adalah takdir untuknya yang sesuai dengan ketentuan Allah s.w.t untuknya. Perkara yang didoakan juga tidak lari daripada sempadan ketentuan Allah s.w.t. Tidak berlaku kekeramatan dan mukjizat melainkan kekeramatan dan mukjizat itu adalah takdir yang tidak menyimpang daripada pentadbiran Allah s.w.t. Tidak menghirup satu nafas atau berdenyut satu nadi melainkan ianya adalah takdir yang menzahirkan urusan Allah s.w.t pada azali.


Kami datang dari Allah dan kepada Allah kami kembali.

Segala perkara datangnya dari Allah s.w.t atau Dia yang mengadakan ketentuan tanpa campurtangan sesiapa pun. Segala perkara kembali kepada-Nya kerana Dialah yang mempastikan hukum ketentuan-Nya terlaksana tanpa sesiapa pun mampu menyekat urusan-Nya.



ARRUL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamulaikum, kepada seluruh saudaraku yang dicintai Allah mari kita bangun perdaban ini memulainya dengan Bismillahirrahmanirrahiiim