Welcome to Muhammadiyah Students Asociation of Jepara's Space

This Space is for every students, especially high school students.

Kamis, 18 Juni 2009

UAN lagiii

Kelulusan SMA di Jepara Geografi jadi sandungan UN

JEPARA - Mata pelajaran geografi menjadi sandungan bagi ratusan siswa SMA/MA jurusan IPS di Kabupaten Jepara. Buruknya nilai mata pelajaran ini menjadi penyebab ketidaklulusan mereka pada UN (Ujian Nasional) 2008 ini. Dari 3.693 siswa SMA/MA jurusan IPS yang ada, tercatat ada 735 orang yang akhirnya dinyatakan tidak lulus. Jumlah ini mencapai 21,03 persen.

Sesuai dengan data dari Dinas P dan K Jepara, Sabtu (146), untuk SMA/MA (semua jurusan) se-Kabupaten Jepara tercatat ada 4.889 siswa dinyatakan lulus. Sedangkan 856 orang lainnya dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah siswa yang tidak lulus ini sebagian besar memang didominasi oleh siswa-siswa dari jurusan IPS.

"Dibandingkan dengan jurusan IPA dan bahasa, persentase yang tidak lulus memang paling besar pada jurusan IPS. Untuk Jurusan IPA dari 1.719 siswa hanya 96 orang yang tidak lulus. Kemudian untuk jurusan bahasa, ada 25 orang yang tidak lulus dari 333 siswa yang ikut ujian," ujar Kepala Dinas P dan K Jepara, Drs Bambang Santoso MM, Sabtu (14/6).

Sedangkan untuk SMK, dari 1.474 siswa yang mengikuti UAN sebanyak 1.106 siswa dinyatakan berhasil lulus. Sedangkan 368 siswa lainnya tidak lulus. Pengumuman kelulusan SMA/MA/SMK di Jepara, Sabtu (14/6), dilakukan dengan cara yang berbeda-beda oleh masing-masing sekolah. Ada yang mengumumkan dengan surat langsung di sekolah ada pula yang mengirimkan hasil kelulusan melalui pos surat.

Berbeda-beda
Waktu pelaksanaan pengumuman kelulusan juga dilakukan berbeda-beda. Ada yang melakukannya pada tengah hari, sore hari dan bahkan ada yang melakukannya menjelang waktu Maghrib. Kebanyakan sekolah yang ada melakukan pada sore hari, dengan harapan para siswa tidak melakukan aksi perayaan yang berlebihan.

Namun meski begitu di SMK 3 Jepara, yang terletak di depan Mapolres Jepara, para siswa tetap melakukan aksi perayaan sebagaimana biasanya. Sekitar jam 01.00, setelah diumumkan kelulusan mereka, ratusan siswa bersorak-sorai di halaman sekolah.

Mereka mengecat rambut, seragam dan tubuh mereka dengan cat semprot. Aksi tukar tanda tangan di baju juga dilakukan di antara mereka. Sebagian kecil siswa ada juga yang memilih melihat aksi rekanrekannya dengan baju seragam yang tetap bersih.

Usai melampiaskan kegembiraan dengan saling semprot dan tanda tangan, sebagian siswa berkonvoi di jalanan. Secara keseluruhan, aksi-aksi konvoi pelajar di jalanan tidak berlangsung secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya. dis-ip

LULUS Maaaak









PAGARALAM, KOMPAS.com - Setelah menerima hasil kelulusan SMA PGRI Kota Pagaralam Sumatera Selatan (Sumsel) Ayu (17) warga Jalan Gunung RT 14 RW 05 Kelurahan Sokorejo meninggal kecelakaan, di Karang Dalo Jalalan Lintas Pagaralam Lahat, Sabtu, pukul 10.00 WIB.

Kapolres Pagaralam Ajun Komisaris Besar A Soleh, mengatakan, kejadian berawal ketika korban bersama rombongan siswa lainya berkonvoi mengelilingi Kota Pagaralam menyambut kelulusan.

"Korban mengendarai sepada motor Vega BG 3452 WA, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tiba-tiba sepeda motor korban menabrak mobil Carry dari arah belakang, korban langsung terpental membentur aspal," kata dia.

Ia menambahkan, kejadian ini merupakan tabrakan beruntun yang terjadi saat para siswa SMA sedang merayakan kelulusan dengan tradisi para siswa keliling dan melakukan aksi coret-coret.

"Namun naas yang dialami korban, saat melakukan konvoi keliling tiba-tiba kendaraan yang dikemudikan korban tersenggol sepeda motor lainnya. Sepeda motor tersebut oleng dan langsung menabrak kendaraan carry yang berada di depannya.

"Korban mengalami luka lecet di tangan, wajah, dan bagian dada luka berat. Meskipun sempat diberikan pertolongan medis, akibat luka cukup parah akhirnya korban meninggal dunia," kata dia lagi.

Menurut dia, memang pihaknya sulit mencegah aksi kebut-kebutan para siswa SMA yang sedang melakukan merayakan kelulusan. Selain jumlahnya terlalu banyak dan tempat sekolah juga terpisah-pisah. "Diharapkan peran aktif pihak sekolah dan orang tua dalam mencegah aksi kebut-kebutan dan konvoi mengganggu lalulintas," ungkap dia.

Minggu, 24 Mei 2009

Moment Of Pawai Ta’aruf









“ PAWAI TA’ARUF “

Dalam rangka

MUSYDA IPM XI SE- KABUPATEN JEPARA

Jepara, Sabtu 23 Mei 2009

TEMA :

“ Mari Melangkah Bersama, Wujudkan Pelajar Kritis “

TUJUAN :

Dalam Rangka Menyemarakkan Musyawarah Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( MUSYDA ) Kabupaten Jepara

Konsolidasi dan koordinasi Pimpinan Ranting Se- Jepara

Aksi Damai dan Sosialitas Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kepada Bangsa

Menggali Bakat seni dari pelajar sekolah Muhammadiyah

TARGET

Menumbuhkan jiwa sosialis bagi semua peserta

Peserta mempunyai konstruksi berpikir luas dan mampu melakukan gerakan

Meningkatkan semangat berorganisasi dan belajar lebih giat.

PELAKSANAAN :

Hari/ Tanggal : Sabtu, 23 Mei 2009

Waktu : Start jam 8 pg – Sampai selesai

Dikawal : Patwal polres dan kakanda keamanan Kokam

Rute : Dari PDM – SMA Muhammadiyah Jepara

( Jl. Hos Cokroaminoto → Jl. Kartini ( Alun – Alun Pendopo ) → Jl. Ki Mangunsarkoro → Jl. KH Moliki )

PESERTA

Pelajar Sekolah Muhammadiyah SLTP/ Sederajat Se- Jepara

Pelajar Sekolah Muhammadiyah SLTA/ Sederajat Se- Jepara

Total Peserta ± 450 orang dari peserta dan panitia.

ACARA PENDUKUNG

Drum Band SD. Muhammadiyah

Aksi Damai

Orasi Pelajar didepan kantor Bupati Jepara

Pencak Silat dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

Pentas Musik Band, Akustik dan Seni Lagu Kosidahan yang ditampilkan dari Apresiasi bakat pelajar sekolah Muhammadiyah

Acara dipelopori :

Kiki Ahmad Harmoko, Isa Thoriq dan Kawan – kawan PD. IPM Jepara.